PELABUHAN RATU

Pada hari Sabtu, 12 Maret 2011 kami siswa kelas 2 akan pergi ke Pelabuhan ratu untuk refreshing. Tapi kami sempat khawatir karena gempa di jepang, kami takut terjadi tsunami di pelabuhan ratu. Namun alhamdulillah BMG telah menyatakan bahwa pelabuhan ratu tidak akan terkena reaksi gempa, dan akhirnya siang itu kami berangkat ke pelabuhan ratu sehabis makan siang. Transportasi memakai mobil beberapa siswa, ada dua mobil yaitu mobil Nico dan mobil Faruq, satu mobil terdiri dari 6 siswa, 1 pengemudi, dan beberapa ustadz. Mobil Nico terdiri dari Aji, Azmi, Hazem, Ilham, Obi, Ust AA, K Zaenal, dan Nico. Sedangkan mobil Faruq terdiri dari Faruq, Ismat, Yusuf, Fadhil, Anas, dan Ust Sandi. Perjalanan ini memakan waktu sekitar 4 jam, itu sudah termasuk makan dan mengisi bensin, saat di pom bensin kami beristirahat dan makan bakso kepala sapi, oh ya dan kami tak lupa untuk melaksanakan sholat ashar. sebelum sampai di tempat tujuan, kami berhenti di pasar ikan sembari menunggu yang punya villa datang untuk mengantar, sekitar 20 menit beliau baru tiba di lokasi dan akhirnya mengantar kami ke wisma pelita (nama villa itu). Saat sampai kita langsung menata barang – barang dan melihat sunset di pantai.

Setelah sholat maghrib dan isya (jamak) kami mandi dan makan malam di teras sembari menunggu persiapan materi. Setelah makan malam kami semua berkumpul di ruang tengah dan materipun di mulai, materi dibawakan oleh Ust Sandi yang bertema “perubahan”, di dalam materi itu kami menjadi lebih mengerti dan ingin berubah menjadi lebih baik, ya walau dalam keadaan kantuk. Setelah itupun kami semua tidur terpisah – pisah dengan nyenyak.

Esok harinya, kami semua bangun pukul 5 pagi untuk sholat subuh, setelah itu kami langsung bersiap – siap untuk pelantikan pramuka. Pelantikan berjalan dengan lancar dan cepat, karena kami ingin cepat – cepat bermain di pantai. Saat bermain di pantai aji dkk menemukan sebuah sungai yang mengalir ke laut dan disana terdapat batu yang besar, mereka menaiki batu itu, namun mereka malah tersapu ombak!, tapi alhamdulillah mereka diselamatkan life saver yang handal. Tak hanya mereka yang hampir tenggelam di sana, Nico dkk yang bermain bola di lautpun tidak jarang tersapu ombak. Setelah lelah bermain di pantai, kami semua kembali ke villa untuk bakar ikan dan mandi. Kami dibagi tugas, ada yang menyiapkan nasi dan ada yang membakar ikan, namun sebelum itu tentu kami membersihkan diri terlebih dahulu. Sekitar 1 jam dan semuapun beres, kami makan dengan lahap karena telah kelelahan bermain di pantai. Setelah itu kami berkemas untuk pergi lagi, tujuan kami kali ini adalah PLTU (pembangkit listrik tenaga uap).

Perjalanan dari villa ke sana membutuhkan waktu kira – kira setengah jam, karena tempat itu berada di daerah terpencil. Sesampainya di sana kami langsung menuju ke ruang meeting untuk dijelaskan rencana pembangunan dan cara kerja PLTU itu. Dalam penjelasan itu banyak dari kami yang tidak segan – segan untuk bertanya dan acara itupun menjadi acara yang seru. Setelah kami dapat memahami cara kerjanya, kami diajak berkeliling melihat bangunan yang sedang dibuat itu. Kami mengerti mengapa listrik dapat dialirkan sekarang, pertama – tama air laut diserap dan dipisahkan garamnya, lalu air laut dipanaskan di boiler dan uapnya dihasilkan menjadi listrik ke banyak rumah. Biasanya asap hasil pabrik akan menyebabkan polusi kan?, namun untuk meminimalisir itu maka asap itu dikeluarkan lewat “chimney” cerobong asap yang tingginya 208 meter, mengapa sangat tinggi?, tentu agar asap langsung bercampur dengan udara.

Dilihat dari bentuknya saja sudah ketahuan bahwa biayanya pasti besar, tidak lain dan tidak bukan itu memang benar, harganya mencapai 700 trilliun untuk membangun PLTU itu!, wow mahal sekali ya?, yah itu sebanding sih sama yang dihasilkannya. Di PLTU itu terdapat 3 boiler, 1 boiler dapat menghasilkan listrik sebanya 350 megawatt, jadi kalau 3 boiler berarti 1gigawatt yang dapat dihasilkan ke 550.000 rumah. Setelah berkeliling kami makan sore dan sholat ashar jamak qashar dzuhur, dan akhirnya pulang kembali ke JIBBS. Perjalanan pulang memakan waktu sekitar 3 setengah jam dan itu sudah termasuk ishoma, jadi sampai JIBBSpun sudah larut malam, makanya kami langsung terlelap. Perjalanan ke Pelabuhan ratu kali ini takkan kami lupakan, perjalanan ini adalah yang terindah bagi kami semua.

Kami makan ikan bakar dengan lahap

Kami memperhatikan rencana PLTU dengan seksama, yang dibawakan oleh Bpk. Antonio yang berasal dari Thailand

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s