LIBURAN YANG UNIK: NOBAR FINAL AFF

(The best holiday student article)

Pada tanggal 29 Desember 2010, kami siswa JIBBS mendapat kesempatan menonton langsung Final Piala AFF antara Indonesia vs Malaysia yang diselenggarakan di Stadion utama Gelora Bung Karno, Jakarta. Pintu dibuka pada pukul 15.00 dan pertandingan dimulai pada pukul 18.30, tapi para. Tetapi realitas yang terjadi, para penonton sudah menunggu dari pukul 11,termasuk kami.

Ini adalah pengalaman pertama mereka kami mendukung Indonesia secara langsung. Ada 8 orang siswa dan pembimbing dari JIBBS yang mendapat kesempatan langsung menyaksikan pertandingan Final Piala AFF 2010, yaitu: Shofa, Ihsan, Thommy, Fadhil, Fakhri, Ust.Safary, Ust.Yadi dan Pak Aang. Kami melihat tidak ada satupun supporter Malaysia yang datang ke Gelora Bung Karno, Jakarta.

Setelah kemenangan Malaysia pada leg 1, para supporter Indonesia melihat ada tindakan kurang sportif dari supporter Malaysia. Pemberitaan di media massa, televisi dan di dunia maya pun merebak tentang kecurangan Malaysia yang menyebabkan banyak supporter, orang biasa, bahkan sampai presiden dan pun kesal terhadap ulah yang dilakukan supporter Malaysia. Itu yang menyebabkan Gelora Bung Karno “memerah” pada saat leg 2. Tidak ada satupun supporter Malaysia, bahkan pemain Malaysia datang ke Gelora Bung Karno tidak menggunakan bis melainkan menggunakan tank/mobil anti huru-hara.

Pada pukul 17.05 WIB, para pemain dari kedua tim mulai melakukan pemanasan  dilapangan. Pada saat tim Malaysia keluar dan melaksanakan pemanasan di Lapangan Gelora Bung Karno, hampir seluruh isi stadion meneriaki Malaysia dengan Malingsia,  ganyang Malaysia. Dan pada saat Nurdin Halid turun bersama para petinggi AFF, semuanya meneriaki Nurdin untuk turun dari jabatanya, dan pada saat Wolfgang Pikal dan para pemain Indonesia turun ke Lapangan Gelora Bung Karno, seisi stadion ramai dengan teriakan dan nyayian Garuda Di Dadaku dan tepuk tangan. Keadaan bertambah meriah karena ada bintang tamu, yaitu Syahrini, dan lain-lain.

Setelah para pemain dari kedua tim melakukan pemanasan, para pemain bersiap-siap untuk bertanding. Setelah bersiap-siap akhirnya pertandingan yang ditunggu-tunggu pun dimulai. Pada babak pertama Indonesia selalu melancarkan serangan ke kubu Malaysia, puncaknya adalah hadiah penalti yang diberikan kepada Indonesia karena salah satu pemain belakang Malaysia menjatuhkan pemain depan Indonesia. Pinalti ini dieksekusi oleh Firman Utina, selaku kapten Timnas Indonesia, tapi sayang sekali pinalti ini tidak masuk. Akhirnya sampai akhir babak pertama, tidak ada gol yang bersarang ke gawang Malaysia. Waktupun habis dan kedua tim beristirahat untuk laga babak kedua.

Setelah istirahat,para pemain kembali ke lapangan dan pertandingan babak kedua siap dimulai. Setelah memulai pertandingan, permainan Indonesia masih terus menyerang dan menciptakan peluang.Setelah beberapa menit berselang, counter attack yang dilakukan Malaysia berbuah gol. Gol itu dicetak oleh Safee bin Sali. Seluruh isi Gelora Bung Karno pun hening. Dan beberapa penonton pun mulai meninggalkan stadion dengan perasaan putus asa.

Beberapa menit kemudian, setelah beberapa penonton kecewa, tiba-tiba suara gemuruh berkumandang setelah M.Nasuha mencetak gol pertama bagi Tim Garuda Indonesia ke gawang Malaysia. Setelah gol pertama untuk garuda, keadaan pun kembali semangat akhirnya Indonesia bisa mencetak gol kedua ke gawang Malaysia. Gol itu dicetak oleh M.Ridwan. Pada menit 87, pluit panjang pun terdengar, tanda habisnya waktu pertandingan dan selesainya babak kedua. Kedudukan Indonesia memimpim dengan skor 2-1. Namun ternyata dengan 5 kali menang dan tidak pernah kalah tidak cukup untuk Indonesia mendapat piala Aff cup, walaupun menang pada saat final leg 2 di Gelora Bung Karno.

Walaupun tidak menjadi pemenang pada piala AFF, tapi para pemain Indonesia kini layaknya artis yang dikagumi dan dipuji di seluruh Indonesia, akan tetapi walaupun para pemainya bak artis, nasib itu berbeda 180 derajat dengan PSSI. PSSI adalah lembaga tertinggi persepakbolaan di Indonesia, tapi masyarakat Indonesia tidak memujinya seperti artis. Mengapa hal itu terjadi? Itu terjadi karena kurang jelasnya PSSI dalam hal apapun di dunia persepak bolaan Indonesia, seperti sekarang yang hot dikalangan masyarakat adalah masalah LPI (Liga Primer Indonesia), sampai saat ini PSSI tidak dapat menyelesaikan tugas ini dan banyak tugas lainya.

Itulah pengalaman kami sewaktu menonton langsung Final Piala AFF. Ada suka maupun duka yang kita nikmati. Pesan dan kesan kami adalah kami bangga sebagai bangsa Indonesia. Dan pengalaman unik kami adalah pada saat maghrib, siswa JIBBS melaksanakan sholat maghrib langsung di bangku tribun tempat kita menonton, dengan cara tayamum,dan kami langsung sholat  dtempat kami menonton dikarenakan sulitnya akses untuk keluar dan bila keluar bangku yang kami duduki bisa di tempati oleh penonton lainya. Itulah sepenggal cerita dari kami siswa JIBBS. (Fadhil Muhammad/Form 2/SMP JIBBS)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s