Commomerating Patriot day 10th November

Air Softgun Competition

Mengenang jasa pahlawan bangsa, merupakan suatu hal yang sangat penting bagi terbentuknya jati bangsa, khususnya bagi para pemuda yang akan membawa masa depan bangsa kepada kearah yang lebih baik, ibarat kata “JAS MERAH” –Jangan Sekali kali Melupakan Sejarah- yang selalu di dengung-dengungkan oleh Soekarno founding father bangsa ini tentunya bukan hanya kata yang tidak bermakna, namun disanalah terkandung makna yang besar yang perlu selalu kita ingat sebagai bekal dalam menghadapi segala aral melintang untuk menyongsong masa depan bangsa yang lebih cerah.

Siswa JIBBS beserta gurunya mempunyai cara tersendiri dalam memperingati hari besar bangsa Indonesia hari pahlawan, yaitu dengan mengadakan kompetisi air softgun yang dilaksanakan pada tanggal 13 November 2010. Permainan air softgun merupakan suatu bentuk permain perang-perangan antar kelompok, yang berasal dari Jepang dan digemari di Amerika setelah itu, namun perang-perangan ini tidak seperti perang-perangan yang sering kita lakukan semasa kanak-kanak dengan menggunakan kayu atau sebagainya, namun kali ini peserta menggunakan senjata mainan yang merupakan replika dari senjata sungguhan yang sering di gunakan dalam peperangan, sehingga bahan, bobot, ukuran dan cara penggunaanya pun hampir sama.

Walaupun pelurunya terbuat dari karet, namun jangan salah! jika kita tidak menggunakan pelindung badan dan wajah yang sudah di sediakan, perserta bisa mendapatkan luka bahkan bisa mengalami kecelakaan yang serius, sehingga tidak ada satu pun peserta yang berani melepas pelindung badan, khusunya pelindung kepala pada saat sesi pertandingan berlangsung.

Mempertahankan diri selama 2 jam berulang-ulang agar tidak terkena tembakan, sepertinya bukan hal yang mudah, banyak dari para peserta yang kelelahan karena harus berlari, merunduk, jatuh bangun, tanpa henti pada sesinya. Hal itu membuat kita menyadari dan memahami betapa sulitnya para pahlawan bangsa mempertahankan negara ini dari para penjajah. Peraturanya peserta tidak boleh menembak pada jarak 10 meter, jika seorang peserta menemuka musuh dalam jarak 10 atau kurang maka peserta tersebut hanya di perbolehkan menyebut freeze (istilah bahasa inggris yang berarti perintah untuk meyerah), dan peserta yang di temukan harus keluar lapangan dengan mengangkat senja diatas kepala yang mengucapkan hit yang berarti “tertembak!” dan keluar lapangan menuju safety zone, sehingga di saat pertandingan berlangsung selain rentetan bunyi peluru yang membentur tembok dan benda-benda yang ada sesekali di selingi teriakan freeze dan hit berkali-kali. Pada akhirnya permainan pun berakhir dengan kemengan team Merah Putih dari Densus 81.

Namun lelah bukan berarti kapok, pada kenyataanya banyak dari siswa JIBBS yang justru mengusulkan kegiatan tersebut dilaksanakan secara rutin, disamping olah raga, denganya kita pun melaksanakan perintah rasulullah yang memerintahkan orang tua kita untuk mengajarkan anaknya berenang, berkuda (berkendaraan), dan melempar (memanah, menombak, dan menembak). Hal itu bertujuan agar anak-anak kita menjadi orang-orang yang kuat dan mampu membela dirinya sendiri dari segala ancaman yang ada di dunia ini.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s